Kanou Kyosuke, seorang pemuda berambut orange yang sangat tidak suka bila dibanding – bandingkan dengan kakaknya Kanou Seisuke seorang pemain sepak bola jenius yang menjadi pemain andalan Jepang yang bergabung dengan tim AC Milan. Tidak ada yang tidak mengenal Kanou Seisuke, sehingga mereka tidak ada yang menyangka bahwa Kyosuke adalah adiknya, karena sifat mereka yang saling bertolak belakang. Kyosuke tidak suka membicarakan mengenai kakaknya, namun bukan berarti dia membencinya. Yang ada malah sebaliknya, dia begitu menyayangi dan mendukung kakaknya. Awal Kyosuke menyukai sepak bola juga karena kakaknya. Namun karena suatu masalah yang terjadi pada waktu SMP, Kyosuke memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola, dan sejak saat itu juga Kyosuke dan Seisuke tidak pernah saling bicara. Seisuke menganggap kalau Kyosuke membencinya.
Secara tidak sengaja Miki Tsujiwaki (Kapten Tim Sepak Bola Putri) dan Mori (Manejer Tim Sepak Bola Putra) melihat tendangan Kyosuke ketika dia mencoba menangkap kawanan preman. Dan karena hal itu pula Miki meminta bantuan Kyosuke untuk menjadi pelatih sementara Tim Sepak Bola Putri, namun dia menolak. Karena Kyosuke tidak bermain sepak bola lagi. Namun Miki tidak mudah menyerah, dia terus membujuk Kyosuke dengan mengancam tidak akan menyerahkan kartu mahasiswa Kyosuke yang jatuh dan ditemukan oleh Miki bila dia tidak mau membantu, karenanya mau tidak mau diapun menerimanya, mereka sepakat kalau Miki akan mengembalikan kartu mahasiswa Kyosuke setelah dia menjadi pelatih sementara tim sepak bola putri selama 1 minggu.
Selama menjadi pelatih sementara Tim Sepak Bola Putri, Kyosuke memberikan pelatihan sesuai dengan apa yang dulu kakaknya berikan padanya. Banyak yang mengeluh, lalu sedikit demi sedikit Tim Putri yang datang berlatih pun mulai berkurang. Walau demikian Miki tetap semangat menjalan apa yang di instruksikan oleh Kyosuke, hingga akhirnya Miki menyadari bahwa apa yang di instruksikan oleh Kyosuke itu semua untuk membuat lapangan sepak bola yang baik untuk Tim Putri.
Lapangan yang sudah siap dengan sempurna menjadi penyemangat tersendiri untuk Tim sepak bola putri untuk melanjutkan latihannya. Dan pada hari itu pun menjadi batas akhir dari perjanjiannya dengan Miki. Setelah menjadi pelatih sementara tim sepak bola putrid, Kyosuke kembali pada kehidupannya yang biasa, jalan – jalan sambil mendengarkan musik dan akan berkelahi bila orang itu membuatnya kesal, dan pada hari itupun dia ditantang berkelahi oleh kawanan yang dulu pernah berkelahi dengannya, dan pada saat itu Mori datang untuk mencegahnya dengan alasan kalau dia tidak akan membiarkan pemainnya terluka. Mori yang pada saat ini berniat untuk melindungi Kyosuke malah dihajar habis – habis an dan pada saat itu Kyosuke yang menolongnya pun juga ikut dihajar. Dengan kata lain mereka berdua kalah dan jadi babak belur. Namun, pada saat itulah Kyosuke yang melihat kesungguhan dan semangat patang menyerah Mori untuk membujuknya masuk kedalam tim sepak bola putra memutuskan untuk menerima tawarannya bergabung dengan tim Jyoyo Akanegaoka dengan no punggung 9. Dan dimulailah perjuangan Kyosuke untuk menjadi pemain sepak bola yang handal, walaupun dia bukanlah seorang pemain jenius seperti kakaknya namun semangat juangnya yang besar dan kecintaannya kepada sepak bola membuatnya menjadi pemain yang kuat dan diakui oleh lawan – lawannya bukan sebagai seorang adik Kanou Seisuke tapi sebagai pemain yang keras kepala yang tidak akan pernah menyerah untuk mencetak gol. Selama menjadi pemain Jyoyo Akanegaoka, Kyosuke bertemu dengan lawan – lawan yang kuat yang tidak mudah untuk dikalahkan, salah satunya adalah kapten tim Tenryu High School, Kagami Yuki. Seorang pemain yang ingin menjadi pemain seperti Kanou Seisuke, dia pun menggantikan Seisuke sebagai kapten setelah dia tamat dan memulai debutnya sebagai pemain professional. Lalu apakah nanti Kyosuke akan bisa seperti kakaknya, menjadi pemain professional?
Film ini terdiri dari 52 Episode. Dengan Cast :
Kanao Kyosuke
Kanao Seisuke
Miki Tsujiwaki
Domoto Kaori
Pelatih Murakami
Mori
Kamata & Toshiya Sako
Koji Sakai Jefferson
Rodrigo